Minggu, 17 November 2013

Kisah Seorang Mahasiswa


Kisah Seorang Mahasiswa

Hidup itu terkadang ada dibawah dan diatas, waktu kita diatas terasa kita lupa akan kita yang dulu, menganggap orang dengan sebelah mata atau merendahkannya, contoh suatu kejadian ada seorang mahasiswa dia ingin mengikuti seminar didaerah yang jaraknya lumayan sangat jauh dari tempat kontrakannya, namun seorang mahasiswapun tetap nekat ingin mengikuti seminar tersebut sehingga dia terpaksa harus mengoes sepada dengan kakinya sendiri,karena dia tidak memiliki kendaraan bermotor ataupun mobil dan diapun di saat itu tidak memili uang seribupun,namun seorang mahasiswa tetap nekat, di tengah perjalannya dia di guyur hujan yang sangat deras namun seorang mahasiswa itu tetap nekat dan tetap melanjutkan perjalannya. sudah sampai ditempat seminar seorang mahasiwa dengan baju yang basah dan digenangi badan yang sangat berkeringat langsung menanyakan ke satpam yang ada  di depan hotel tersebut atau tempatnya seminar itu akan dilakukan.

Mahasiswa : Pak tempat parkir sepeda disebelah mana ya pak? Dengan wajah yang tetap senyum.

Satpam : Masuk kedalem aja de, ga kenapa-napa ko de. Tapi lewat belakang ya de kalau untuk sepeda.

Mahasiswa : Owh, oke pak makasih banyak ya pak.

Mahasiswapun langsung kedalam atau kebesmen untuk menaruh sepedanya, sudah masuk kedalam da satpam kedua.

Satpam ke 2 : Haii de jangan parker disni, ini hotel bukan tempat sepeda?

Mahasiswa : Owh, ma’af pak dengan menundukan kepalanya, tapi kan pak saya pengen ikut seminar studi keluar negeri? Kan da dihotel ini dan sayapun di undang.

Satpam ke 2 : Dengan ekpresi yang marah dan tidak percaya kepada mahasiwa yang membawa kendaraan sepeda,malah saptam lebih galak lagi, dia malah mengusir mahasiswa yang membawa sepeda tersebut, sudah keluar sana de, ga ada parkir sepeda disni mah.

Mahasiswa : Maaf pak, saya tidak tau, tapi kata satpam di depan boleh pak saya masuk pake sepeda?
Satpam 2 : Ekpresi satpam malah semakin marah, satpam yang mana bilang begitu, suruh kisini aja satpamnya.

Mahasiswa : Sekali lagi saya minta maaf pak kalau begitu, ya udah terima kasih ya pak, dengan ekpresi yang senyum kepada satpam yang lagi marah.

Lekas itu seorang mahasiswapun pergi dengan rasa kecewanya tidak boleh masuk, namun dia tetap nekat ingin masuk aja, dia tidak keilangan ide, dia memparkirkan sepedanya di tempat lain yang deket dengan hotel itu.

Sesudah menyimpan sepedanya, diapun langsung menuju hotel tersebut dengan rasa tidak sabar ingin tau info studi keluar negeri, sesudah  masuk ruangan seminar,seoarang mahasiswa disapa dengan baik dan lemah lembut diantar sampai kedalam ruangan, dan mengisi pendaftaran dengan gratis.

Setelah beberapa menit acarapun langsung dimulai,seorang mahasiswa itu mendengarkan seminar dengan baik dan sungguh-sungguh, karena yang berbicara waktu seminar adalah orang UK dan amerika, otomatis bicaranya memakai bahasa inggris, namun mahasiswa itu tetap mengerti walaupun memakai bahasa inggris.

Setelah acara selesai mahasiswa diberi info akan diberi sertifikat, selekas itu mahasiswapun langsung pergi pulang dengan perasaan senang sudah tau info dan tehnik  bagaimana hidup diluar negeri, apalagi sehabis mau pulang dikasih makanan yang sangat lezat dan enak sekali, sudah lengkap banget. Mahasiswapun merasa tidak kecawa datang kesini walaupun diguyur hujan deras waktu mau keseminar tersebut.

Sesudah beres semua, seorang mahasiswapun langsung pulang dengan dikawal oleh pelayan seminar dengan lemah lembut mengantarkannya ke lantai bawah mau keluar dan ketika dia mau pulang ternyata dia ketemu satpam yang membentak dia tidak boleh masuk, satpampun langsung kaget ketika bertemu dengan dia yang marahi barusan.

Satpam : hadeeh, ternyata dia seorang mahasiswa. Aku salah menilai dia.

Satpampun tersenyum malu dan langsung bertingkah aneh,  tapi yang sangat mulianya seorang mahasiwa itu tetap tersenyum dan menyapa seoarang satpam itu.

Mahasiswa : mari pak saya pulang dulu terima kasih.

Satpam : dengan persaan yang tidak enak kepada seorang mahasiswa menjawab iya de sama-sama.

Nah, dari kejadian ini kita mengambil makna yang sangat berarti sekali, jangan kita melihat orang dari penampilan dan wajahnya saja, lihat orang dengan baik dan sapalah orang tanpa memandang status dan keadaannya dia. Menolong orang jangan melihat keadaanya.

Pesan untuk satpam ke dua : hormatilah orang tanpa memandang siapa dia, karena kebaikan itu sendiri timbul dari prilaku kita, akidah kita yang baik, etika dan sopan terhadap orang lain.

Jangan hanya menghormati orang yang berpenampilan keren dan membawa kendaraan mobil yang sangat bagus dan mewah saja yang dihormati dan disapa dengan baik, tapi hormati juga siapapun yang di depanmu tanpa memandang umur dan usia, karena kita tidak tau siapa di depan kita yang sebenarnya. 

6 komentar:

  1. Wah keren mar,, pesannya bagus sekali.. :)

    BalasHapus
  2. pasti bunda semakin cinta kalau baca cerita ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahha, aku polos gratia kalau masalah cinta mah. wkwkwkkwwk :v

      Hapus
    2. polos tapi yang paling jago ngegombal haduhhh -_-

      Hapus
    3. hehhee, soalnya aku dah spet sertifikat untuk peringkat gombal se Indonesia dan Asia.. wkwkwkkwkw :D

      Hapus