Kisah
Seorang Mahasiswa
Hidup
itu terkadang ada dibawah dan diatas, waktu kita diatas terasa kita lupa akan
kita yang dulu, menganggap orang dengan sebelah mata atau merendahkannya,
contoh suatu kejadian ada seorang mahasiswa dia ingin mengikuti seminar didaerah
yang jaraknya lumayan sangat jauh dari tempat kontrakannya, namun seorang mahasiswapun
tetap nekat ingin mengikuti seminar tersebut sehingga dia terpaksa harus
mengoes sepada dengan kakinya sendiri,karena dia tidak memiliki kendaraan
bermotor ataupun mobil dan diapun di saat itu tidak memili uang seribupun,namun
seorang mahasiswa tetap nekat, di tengah perjalannya dia di guyur hujan yang
sangat deras namun seorang mahasiswa itu tetap nekat dan tetap melanjutkan
perjalannya. sudah sampai ditempat seminar seorang mahasiwa dengan baju yang
basah dan digenangi badan yang sangat berkeringat langsung menanyakan ke satpam
yang ada di depan hotel tersebut atau
tempatnya seminar itu akan dilakukan.
Mahasiswa : Pak tempat
parkir sepeda disebelah mana ya pak? Dengan wajah yang tetap senyum.
Satpam : Masuk kedalem
aja de, ga kenapa-napa ko de. Tapi lewat belakang ya de kalau untuk sepeda.
Mahasiswa : Owh, oke
pak makasih banyak ya pak.
Mahasiswapun langsung
kedalam atau kebesmen untuk menaruh sepedanya, sudah masuk kedalam da satpam
kedua.
Satpam ke 2 : Haii de
jangan parker disni, ini hotel bukan tempat sepeda?
Mahasiswa : Owh, ma’af
pak dengan menundukan kepalanya, tapi kan pak saya pengen ikut seminar studi
keluar negeri? Kan da dihotel ini dan sayapun di undang.
Satpam ke 2 : Dengan
ekpresi yang marah dan tidak percaya kepada mahasiwa yang membawa kendaraan
sepeda,malah saptam lebih galak lagi, dia malah mengusir mahasiswa yang membawa
sepeda tersebut, sudah keluar sana de, ga ada parkir sepeda disni mah.
Mahasiswa : Maaf pak,
saya tidak tau, tapi kata satpam di depan boleh pak saya masuk pake sepeda?
Satpam 2 : Ekpresi satpam malah semakin marah, satpam yang mana bilang begitu, suruh kisini aja satpamnya.
Satpam 2 : Ekpresi satpam malah semakin marah, satpam yang mana bilang begitu, suruh kisini aja satpamnya.
Mahasiswa : Sekali lagi
saya minta maaf pak kalau begitu, ya udah terima kasih ya pak, dengan ekpresi
yang senyum kepada satpam yang lagi marah.
Lekas itu seorang
mahasiswapun pergi dengan rasa kecewanya tidak boleh masuk, namun dia tetap
nekat ingin masuk aja, dia tidak keilangan ide, dia memparkirkan sepedanya di
tempat lain yang deket dengan hotel itu.
Sesudah menyimpan
sepedanya, diapun langsung menuju hotel tersebut dengan rasa tidak sabar ingin
tau info studi keluar negeri, sesudah
masuk ruangan seminar,seoarang mahasiswa disapa dengan baik dan lemah
lembut diantar sampai kedalam ruangan, dan mengisi pendaftaran dengan gratis.
Setelah beberapa menit
acarapun langsung dimulai,seorang mahasiswa itu mendengarkan seminar dengan
baik dan sungguh-sungguh, karena yang berbicara waktu seminar adalah orang UK dan
amerika, otomatis bicaranya memakai bahasa inggris, namun mahasiswa itu tetap
mengerti walaupun memakai bahasa inggris.
Setelah acara selesai
mahasiswa diberi info akan diberi sertifikat, selekas itu mahasiswapun langsung
pergi pulang dengan perasaan senang sudah tau info dan tehnik bagaimana hidup diluar negeri, apalagi
sehabis mau pulang dikasih makanan yang sangat lezat dan enak sekali, sudah
lengkap banget. Mahasiswapun merasa tidak kecawa datang kesini walaupun diguyur
hujan deras waktu mau keseminar tersebut.
Sesudah beres semua,
seorang mahasiswapun langsung pulang dengan dikawal oleh pelayan seminar dengan
lemah lembut mengantarkannya ke lantai bawah mau keluar dan ketika dia mau
pulang ternyata dia ketemu satpam yang membentak dia tidak boleh masuk,
satpampun langsung kaget ketika bertemu dengan dia yang marahi barusan.
Satpam : hadeeh,
ternyata dia seorang mahasiswa. Aku salah menilai dia.
Satpampun tersenyum
malu dan langsung bertingkah aneh, tapi
yang sangat mulianya seorang mahasiwa itu tetap tersenyum dan menyapa seoarang
satpam itu.
Mahasiswa : mari pak
saya pulang dulu terima kasih.
Satpam : dengan persaan
yang tidak enak kepada seorang mahasiswa menjawab iya de sama-sama.
Nah, dari kejadian ini
kita mengambil makna yang sangat berarti sekali, jangan kita melihat orang dari
penampilan dan wajahnya saja, lihat orang dengan baik dan sapalah orang tanpa
memandang status dan keadaannya dia. Menolong orang jangan melihat keadaanya.
Pesan untuk satpam ke
dua : hormatilah orang tanpa memandang siapa dia, karena kebaikan itu sendiri
timbul dari prilaku kita, akidah kita yang baik, etika dan sopan terhadap orang
lain.
Jangan hanya
menghormati orang yang berpenampilan keren dan membawa kendaraan mobil yang
sangat bagus dan mewah saja yang dihormati dan disapa dengan baik, tapi hormati
juga siapapun yang di depanmu tanpa memandang umur dan usia, karena kita tidak
tau siapa di depan kita yang sebenarnya.
bagus
BalasHapusWah keren mar,, pesannya bagus sekali.. :)
BalasHapuspasti bunda semakin cinta kalau baca cerita ini :D
BalasHapushahahha, aku polos gratia kalau masalah cinta mah. wkwkwkkwwk :v
Hapuspolos tapi yang paling jago ngegombal haduhhh -_-
Hapushehhee, soalnya aku dah spet sertifikat untuk peringkat gombal se Indonesia dan Asia.. wkwkwkkwkw :D
Hapus